
Weekly Tabloids – Kim Jong Un kembali menjadi sorotan dunia saat menghadiri peringatan Hari Kemenangan ke-73 di Pyongyang, Korea Utara. Pemerintah Korea Utara menggelar berbagai acara berskala besar untuk menghormati jasa para veteran sekaligus memperkuat semangat patriotisme di tengah masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan parade militer, pertunjukan seni, serta kehadiran sejumlah pejabat tinggi dan delegasi diplomatik dari berbagai negara. Acara berlangsung di Lapangan Gimnasium Pyongyang dengan menampilkan berbagai simbol sejarah yang berkaitan dengan Perang Korea. Melalui peringatan ini, pemerintah Korea Utara ingin menunjukkan penghormatan kepada generasi terdahulu sekaligus memperkuat persatuan nasional. Kehadiran Kim Jong Un bersama keluarga juga menjadi salah satu momen yang paling banyak mendapat perhatian selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Kim Jong Un Pimpin Peringatan Hari Kemenangan

Kim Jong Un memimpin langsung rangkaian peringatan Hari Kemenangan yang berlangsung pada 27 Juli di Pyongyang. Menurut Kantor Berita Pusat Korea atau KCNA, pemimpin Korea Utara menghadiri parade besar bersama para pejabat tinggi, veteran perang, dan delegasi diplomatik dari berbagai negara. Selama acara berlangsung, Kim menyapa para peserta parade, melambaikan tangan kepada pasukan, serta memberikan semangat kepada seluruh personel yang ikut ambil bagian. Parade menghadirkan formasi simbolis yang menggambarkan pasukan Perang Korea periode 1950 hingga 1953 lengkap dengan seragam dan kendaraan yang menyerupai kondisi sejarah saat itu. Kehadiran pemimpin tertinggi Korea Utara dalam seluruh agenda menunjukkan pentingnya peringatan tersebut bagi identitas nasional sekaligus menjadi sarana memperkuat semangat patriotisme di tengah masyarakat.
Baca juga: “Bumi Aki Signature x UFS Hadirkan 6 Menu Baru, Cita Rasa Jawa Tengah Bikin Penasaran!“
Parade Militer Tampilkan Kekuatan dan Warisan Sejarah

Parade menjadi pusat perhatian dalam peringatan Hari Kemenangan tahun ini karena menghadirkan berbagai unsur sejarah dan kekuatan militer modern. Kompi Pengawal, Divisi Pengawal, pasukan Kementerian Dalam Negeri, serta berbagai unit mekanis dan bermotor berbaris rapi melewati lapangan utama. Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Korea Utara juga menampilkan berbagai perlengkapan militer yang mencerminkan perkembangan kemampuan pertahanan negara tersebut. Seluruh rangkaian parade menggabungkan unsur sejarah dengan teknologi militer modern sehingga menciptakan pertunjukan yang menarik perhatian masyarakat maupun tamu asing. Pemerintah Korea Utara memanfaatkan momentum ini untuk mengenang perjuangan generasi terdahulu sekaligus memperlihatkan kesiapan pasukan dalam menjaga kedaulatan negara. Suasana meriah dan penuh penghormatan mewarnai seluruh jalannya acara sejak awal hingga akhir.
Kim Jong Un Hadiri Pertunjukan Seni Bersama Keluarga
Kim Jong Un juga menghadiri pertunjukan seni yang menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Kemenangan. KCNA melaporkan bahwa Kim datang bersama istrinya Ri Sol Ju dan putrinya Kim Ju Ae. Kehadiran keluarga pemimpin Korea Utara menambah perhatian publik terhadap acara tersebut. Pertunjukan menampilkan berbagai lagu, tarian, serta pertunjukan visual yang mengangkat tema kemenangan, patriotisme, dan penghormatan kepada para veteran. Para seniman menghadirkan kisah perjuangan generasi sebelumnya melalui berbagai penampilan yang menggugah semangat nasionalisme. Pemerintah memanfaatkan pertunjukan tersebut sebagai sarana pendidikan sejarah bagi generasi muda sekaligus mempererat hubungan antargenerasi. Seluruh penampilan menggambarkan penghargaan terhadap pengorbanan para pejuang yang berperan dalam sejarah Korea Utara.
Peringatan Hari Kemenangan Perkuat Solidaritas Nasional
Pemerintah Korea Utara menjadikan peringatan Hari Kemenangan sebagai momentum untuk memperkuat persatuan nasional dan menanamkan nilai patriotisme kepada masyarakat. Media pemerintah menekankan pentingnya menghormati jasa veteran yang berperan dalam sejarah negara. Selain itu, berbagai tayangan dokumenter dan pertunjukan seni juga menyoroti kontribusi pasukan sukarelawan Tiongkok selama Perang Korea sebagai simbol hubungan persahabatan antara kedua negara. Melalui berbagai kegiatan tersebut, pemerintah ingin menjaga kesinambungan nilai sejarah sekaligus memperkuat rasa kebangsaan di kalangan generasi muda. Kehadiran delegasi diplomatik dari berbagai negara juga memberikan dimensi internasional pada peringatan tersebut. Seluruh rangkaian acara menunjukkan upaya Korea Utara dalam menggabungkan penghormatan terhadap sejarah, penguatan identitas nasional, dan penyampaian pesan persatuan kepada masyarakat maupun dunia internasional.



