
Weekly Tabloids – Galaxy Z Fold 8 mencetak rekor mengejutkan setelah trio ponsel lipat Samsung menembus 1,44 juta pre-order di Korea Selatan. Samsung kembali mencuri perhatian pasar ponsel lipat setelah trio Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8 mencatat lebih dari 1,44 juta pre-order di Korea Selatan. Angka tersebut melampaui rekor Galaxy Note 10 yang mencapai 1,38 juta unit pada 2019. Galaxy Note 10 sebelumnya memegang rekor tersebut selama tujuh tahun. Bahkan, seri Galaxy S26 hanya mendekati angka itu dengan 1,35 juta pemesanan pada Maret 2026. Generasi sebelumnya, Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7, hanya mengumpulkan 1,04 juta pemesanan pada 2025. Artinya, trio Z8 mencatat pertumbuhan hampir 39 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Lonjakan tersebut menunjukkan semakin kuatnya minat konsumen terhadap ponsel lipat Samsung. Galaxy Z Fold 8 menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar 70 persen dari total pemesanan. Galaxy Z Flip 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra kemudian membagi sisa sekitar 30 persen pemesanan.
Galaxy Z Fold 8 Jadi Bintang Utama dalam Trio Ponsel Lipat Samsung

Galaxy Z Fold 8 menjadi model paling populer dalam pencapaian rekor tersebut. Samsung mencatat sekitar 70 persen konsumen memilih model Fold 8 reguler dari total pemesanan trio Z8. Desain baru menjadi salah satu alasan yang menarik perhatian konsumen. Samsung menghadirkan rasio aspek 4:3 pada Fold 8, sehingga bentuk perangkat terlihat lebih lebar dan menyerupai paspor ketika pengguna membukanya. Perubahan tersebut memberikan pengalaman berbeda dari generasi sebelumnya yang memiliki bentuk lebih tinggi dan ramping. Samsung juga mengarahkan kemampuan produktivitas kelas atas kepada varian Fold 8 Ultra. Sementara itu, Galaxy Z Flip 8 menawarkan format perangkat lipat yang lebih ringkas bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas. Kombinasi ketiga model tersebut membuat Samsung dapat menjangkau kebutuhan konsumen yang lebih beragam. Popularitas Fold 8 juga menunjukkan bahwa konsumen mulai menerima perubahan desain pada perangkat lipat. Mereka tidak lagi sekadar mencari teknologi layar fleksibel, tetapi juga menginginkan bentuk, fungsi, dan pengalaman penggunaan yang berbeda dari ponsel konvensional.
Harga Naik, tetapi Minat Konsumen Justru Meningkat

Samsung mencatat rekor pre-order ketika harga trio ponsel lipat terbarunya mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat pencapaian 1,44 juta unit semakin menarik perhatian. Di Korea Selatan, Galaxy Z Flip 8 menawarkan harga mulai 1,68 juta won atau sekitar Rp21,8 juta. Galaxy Z Fold 8 hadir dengan harga mulai 2,28 juta won atau sekitar Rp29,6 juta. Samsung juga mengurangi sejumlah insentif promosi yang biasanya membantu mendorong konsumen melakukan pemesanan awal. Krisis chip memori global turut memengaruhi kenaikan harga perangkat elektronik. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi antusiasme konsumen Korea Selatan terhadap ponsel lipat Samsung. Permintaan justru mencapai level tertinggi sepanjang sejarah lini Galaxy. Data tersebut memberikan sinyal bahwa konsumen semakin menganggap ponsel lipat sebagai perangkat utama, bukan sekadar produk teknologi eksperimental. Konsumen bahkan tetap mengejar perangkat tersebut meski Samsung mengurangi sejumlah keuntungan promosi. Fenomena ini memperlihatkan perubahan persepsi terhadap teknologi layar lipat. Samsung kini menghadapi pasar yang semakin matang dengan konsumen yang lebih siap membayar mahal demi desain dan fitur baru.
Pembeli Muda dan Perempuan Semakin Tertarik Ponsel Lipat
Data pemesanan trio Z8 juga menunjukkan perubahan menarik pada profil konsumen Samsung. Jumlah pembeli perempuan berusia 10 hingga 40 tahun melalui toko online resmi Samsung meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya. Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra mencatat peningkatan pangsa pembeli perempuan yang paling signifikan. Data SK Telecom juga menunjukkan sekitar 62 persen pembeli trio ponsel lipat tersebut sebelumnya menggunakan ponsel konvensional. Angka itu meningkat sekitar 10 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Samsung juga mencatat sekitar separuh konsumen yang membeli melalui toko online resminya berada dalam kelompok usia 10 hingga 30 tahun. Perubahan tersebut memperlihatkan perluasan pasar ponsel lipat ke kelompok konsumen yang lebih muda. Pada awal kemunculannya, ponsel lipat lebih banyak menarik perhatian penggemar teknologi dan profesional. Kini, desain unik dan kemampuan perangkat mulai menarik konsumen dengan kebutuhan yang lebih beragam. Tren tersebut juga memperkuat posisi Samsung sebagai salah satu pemain utama dalam perkembangan pasar ponsel lipat global.
Harga Galaxy Z Fold 8 Series di Indonesia
Samsung membawa Galaxy Z Fold 8 series ke pasar Indonesia dengan beberapa pilihan kapasitas penyimpanan. Galaxy Z Fold 8 menawarkan tiga konfigurasi, yaitu 12 GB/256 GB seharga Rp28.499.000, 12 GB/512 GB seharga Rp32.499.000, dan 16 GB/1 TB seharga Rp40.499.000. Galaxy Z Fold 8 Ultra hadir dengan konfigurasi 12 GB/256 GB seharga Rp32.499.000, 12 GB/512 GB seharga Rp36.499.000, serta 16 GB/1 TB seharga Rp44.499.000. Bagi konsumen yang menginginkan perangkat lebih ringkas, Galaxy Z Flip 8 menawarkan pilihan 12 GB/256 GB seharga Rp19.999.000 dan 12 GB/512 GB seharga Rp23.999.000. Perbedaan harga tersebut memberikan pilihan bagi konsumen berdasarkan kebutuhan dan anggaran. Fold 8 Ultra menyasar pengguna yang membutuhkan kemampuan produktivitas lebih tinggi, sedangkan Flip 8 menawarkan desain ringkas dan praktis. Kehadiran tiga model sekaligus memperluas pilihan konsumen Indonesia dalam memasuki ekosistem ponsel lipat Samsung. Rekor pre-order di Korea Selatan juga menunjukkan potensi besar lini terbaru Samsung tersebut di pasar global.



