
Weekly Tabloids – Film Call of Duty siap menawarkan pengalaman berbeda karena Peter Berg ingin menghadirkan perang yang brutal, realistis, dan jauh dari kesan superhero! Paramount Pictures menyiapkan adaptasi live-action Call of Duty dengan pendekatan yang menitikberatkan sisi manusia dalam peperangan. Peter Berg, sutradara yang memimpin proyek ini, menegaskan bahwa ia tidak ingin mengubah prajurit dalam film menjadi sosok superhero seperti karakter komik.
Bersama Taylor Sheridan sebagai penulis naskah, Berg ingin mengangkat kompleksitas karakter, ketegangan misi, dan konsekuensi perang yang menjadi bagian penting dalam semesta gim tersebut. Ia secara khusus merujuk pada seri Modern Warfare yang menghadirkan tokoh seperti Captain Price, Soap, Ghost, dan Alex. Menurutnya, karakter-karakter itu memiliki kepribadian dan konflik yang membuat kisah mereka terasa lebih manusiawi. Pendekatan tersebut juga memberi ruang bagi film untuk mengeksplorasi sisi emosional di balik aksi militer. Paramount belum mengungkapkan detail alur cerita maupun daftar pemeran, tetapi perusahaan telah menetapkan jadwal tayang film ini pada 30 Juni 2028.
Film Call of Duty Mengutamakan Realisme dan Karakter Manusia

Peter Berg ingin menghadirkan film Call of Duty yang berbeda dari adaptasi gim yang hanya mengandalkan aksi spektakuler. Sutradara tersebut menilai semesta Modern Warfare memiliki karakter dengan kepribadian, pengalaman, dan konflik yang kompleks. Ia menyoroti sosok Captain Price, Soap, Ghost, dan Alex sebagai contoh tokoh yang tidak sekadar menjalankan misi tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Menurut Berg, kisah mereka menawarkan kedalaman emosional yang dapat memperkuat pengalaman penonton ketika mengikuti perjalanan para prajurit. Ia juga menolak pendekatan yang menggambarkan tentara sebagai karakter kartun atau superhero yang mampu menghadapi setiap ancaman tanpa kesulitan. Sebaliknya, film ini berpotensi memperlihatkan bagaimana tekanan misi, keputusan sulit, dan situasi berbahaya memengaruhi perilaku manusia. Pendekatan realistis tersebut dapat memberikan warna berbeda bagi film adaptasi gim aksi. Dengan menempatkan manusia sebagai pusat cerita, Berg ingin membangun ketegangan melalui pengalaman para prajurit, bukan hanya melalui ledakan, baku tembak, atau rangkaian adegan pertempuran.
Peter Berg Ingin Mengangkat Sisi Gelap Perang dalam Call of Duty

Peter Berg tidak menampik bahwa film Call of Duty akan menghadirkan kekerasan dan adegan pertempuran. Namun, ia ingin penonton melihat makna yang lebih dalam daripada sekadar aksi militer. Menurut Berg, semesta Modern Warfare mengangkat persoalan mengenai harga sebuah perang dan dampaknya terhadap manusia. Pandangan tersebut membuka peluang bagi film untuk menampilkan beban psikologis prajurit, dilema ketika menjalankan perintah, serta konsekuensi dari keputusan di medan tempur. Dalam situasi perang, keberhasilan sebuah misi tidak selalu menghapus kehilangan atau dampak emosional yang muncul setelahnya. Prajurit juga menghadapi tekanan ketika harus mengambil keputusan dalam kondisi yang serba terbatas. Unsur-unsur tersebut dapat membangun cerita yang lebih berlapis dibandingkan film aksi yang hanya mengejar kemenangan tokoh utama. Meski Paramount belum membeberkan detail cerita, pernyataan Berg memberikan gambaran mengenai arah kreatif proyek ini. Ia ingin menggabungkan ketegangan operasi militer dengan sisi manusiawi yang membuat setiap konflik terasa memiliki konsekuensi nyata.
Modern Warfare Menjadi Inspirasi Utama Adaptasi Film
Seri Modern Warfare memiliki posisi penting dalam sejarah waralaba Call of Duty. Perjalanan seri ini bermula melalui Call of Duty 4: Modern Warfare pada 2007. Gim tersebut membawa waralaba ini keluar dari latar Perang Dunia II yang mendominasi seri awal dan memperkenalkan konflik peperangan modern. Perubahan latar itu menghadirkan pengalaman berbeda melalui penggunaan persenjataan kontemporer, operasi khusus, ancaman terorisme, dan misi yang melibatkan berbagai negara. Modern Warfare juga memperkenalkan karakter yang memiliki hubungan kuat dengan penggemar, termasuk Captain Price, Soap, dan Ghost. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut membantu membangun identitas cerita yang tidak hanya bertumpu pada mekanisme permainan. Peter Berg melihat potensi naratif dari dunia tersebut dan ingin menerjemahkannya ke layar lebar tanpa menghilangkan kompleksitas karakter. Namun, Paramount belum memastikan apakah film akan mengadaptasi peristiwa tertentu dari gim atau menyusun cerita baru yang mengambil inspirasi dari semesta Modern Warfare. Penggemar masih perlu menunggu informasi resmi mengenai hubungan film dengan alur gim sebelumnya.
Paramount Pictures Siapkan Film Call of Duty untuk 2028
Paramount Pictures mengumumkan proyek adaptasi Call of Duty pada September 2025. Perusahaan tersebut menunjuk Peter Berg sebagai sutradara dan Taylor Sheridan sebagai penulis naskah untuk mengembangkan film live-action ini. Kerja sama keduanya menarik perhatian karena Berg memiliki pengalaman menggarap cerita bertema militer, sedangkan Sheridan dikenal melalui karya yang menonjolkan konflik karakter dan ketegangan naratif. Kombinasi tersebut berpotensi mendukung pendekatan realistis yang ingin mereka hadirkan dalam film. Berdasarkan informasi yang tersedia, kesepakatan awal berfokus pada satu film, tetapi membuka peluang untuk memperluas semesta Call of Duty ke film dan televisi. Meski demikian, Paramount belum mengumumkan nama pemeran, rincian karakter yang akan tampil, ataupun sinopsis resmi. Perusahaan telah menjadwalkan penayangan film pada 30 Juni 2028. Jadwal tersebut masih memberi waktu bagi tim produksi untuk mengembangkan naskah, menentukan pemain, dan menyiapkan kebutuhan produksi. Informasi berikutnya mengenai proyek ini kemungkinan akan semakin memperjelas bagaimana Paramount menerjemahkan pengalaman bermain gim menjadi tontonan layar lebar.
Tantangan Mengubah Gim Perang Populer Menjadi Film Layar Lebar
Mengadaptasi waralaba gim sebesar Call of Duty menghadirkan tantangan tersendiri bagi pembuat film. Gim memberi pemain kesempatan untuk mengendalikan karakter, menyelesaikan misi, dan merasakan ketegangan melalui interaksi langsung. Film harus membangun pengalaman serupa melalui alur cerita, akting, sinematografi, tata suara, dan penyuntingan. Karena itu, Peter Berg perlu menjaga keseimbangan antara aksi militer yang menarik dan perkembangan karakter yang meyakinkan.
Penggemar tentu mengharapkan adegan pertempuran yang intens, penggunaan taktik militer, serta atmosfer yang mengingatkan mereka pada gim. Namun, penonton yang tidak mengenal waralaba tersebut juga membutuhkan cerita yang mudah diikuti dan memiliki konflik kuat. Pendekatan yang terlalu berfokus pada aksi berisiko membuat karakter terasa dangkal, sedangkan cerita yang terlalu berat dapat mengurangi intensitas yang menjadi ciri khas gim. Pernyataan Berg mengenai kompleksitas manusia dan harga perang menunjukkan bahwa ia ingin mencari keseimbangan tersebut. Jika tim produksi berhasil memadukan dua unsur itu, film ini berpeluang menghadirkan drama militer yang menarik bagi penggemar gim maupun penonton umum.



