
Weekly Tabloids – Dokter mengungkap lima prinsip penting untuk menjaga tulang tetap kuat dan mencegah osteoporosis sejak usia muda hingga lanjut usia. Menjaga kesehatan tulang membutuhkan lebih dari sekadar rutin bergerak atau menghabiskan waktu di pusat kebugaran. Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang dapat menurun sehingga meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang. Kondisi ini kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas sampai seseorang mengalami patah tulang akibat benturan atau jatuh. Karena itu, aktivitas fisik perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari sejak usia muda. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Bernadette Laura, Sp.KO, menjelaskan pentingnya memilih latihan sesuai kondisi tubuh, menetapkan sasaran, meningkatkan beban secara bertahap, menjaga keamanan, serta berolahraga secara konsisten. Lima prinsip tersebut membantu seseorang menyusun rutinitas olahraga yang lebih terarah untuk mendukung kesehatan tulang dan otot. Dengan memahami kebutuhan tubuh, masyarakat dapat menjalani aktivitas fisik secara lebih aman sekaligus membangun kebiasaan sehat untuk jangka panjang.
Mencegah Osteoporosis dengan Memahami Pentingnya Beban pada Tulang

Olahraga berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang karena gerakan tubuh memberikan rangsangan mekanis yang membantu tulang beradaptasi. Dr. Bernadette Laura menjelaskan proses tersebut melalui istilah mechanical loading, yaitu pemberian beban pada tulang untuk membantu mempertahankan kekuatannya. Salah satu bentuk latihan yang mendukung proses ini adalah weight-bearing exercise, yakni aktivitas yang membuat tubuh menopang beratnya sendiri. Berjalan kaki menjadi contoh sederhana yang bisa dilakukan banyak orang sesuai kemampuan fisik masing-masing. Selain itu, resistance training atau latihan kekuatan membantu memberikan rangsangan pada tulang melalui kontraksi otot. Latihan keseimbangan juga memiliki peran penting karena membantu seseorang mengendalikan gerakan tubuh dan mengurangi risiko jatuh. Hal ini sangat relevan bagi orang lanjut usia yang menghadapi risiko patah tulang lebih tinggi ketika kehilangan keseimbangan. Dengan menggabungkan jenis latihan yang sesuai, seseorang dapat mendukung kesehatan tulang sekaligus mempertahankan kekuatan otot dan kemampuan bergerak.
Lima Prinsip Mencegah Osteoporosis melalui Olahraga yang Tepat

Dr. Bernadette Laura menjelaskan lima prinsip latihan yang perlu diperhatikan agar olahraga mendukung kesehatan tulang tanpa meningkatkan risiko cedera. Prinsip pertama, individualized, mengharuskan seseorang menyesuaikan program latihan dengan riwayat kesehatan, tingkat kebugaran, dan kondisi tubuh. Prinsip kedua, specificity, menekankan pemilihan latihan berdasarkan tujuan, seperti meningkatkan kekuatan otot atau memperbaiki keseimbangan. Ketiga, progressive overload, mendorong seseorang meningkatkan beban atau tingkat kesulitan latihan secara bertahap ketika tubuh sudah mampu beradaptasi. Prinsip keempat, safety, mengutamakan keamanan gerakan dan lingkungan latihan untuk mengurangi risiko cedera. Prinsip kelima, consistency, mengingatkan pentingnya menjaga keteraturan olahraga dalam jangka panjang. Kelima prinsip ini saling melengkapi dan membantu seseorang membangun rutinitas yang sesuai kebutuhan. Bagi orang yang memiliki osteoporosis atau penyakit tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan jenis serta intensitas latihan yang tepat sebelum memulai program olahraga.
Sesuaikan Jenis Latihan dengan Kondisi dan Tujuan Mencegah Osteoporosis
Setiap orang memiliki kebutuhan fisik yang berbeda sehingga program olahraga tidak bisa menggunakan pendekatan yang sama untuk semua orang. Melalui prinsip individualized, seseorang perlu mempertimbangkan riwayat penyakit, tingkat kebugaran, usia, serta kondisi tulang sebelum memilih latihan. Orang yang memiliki osteoporosis, misalnya, perlu memperhatikan risiko jatuh dan gerakan yang memberikan tekanan berlebihan pada tulang. Konsultasi dengan dokter atau tenaga profesional dapat membantu menentukan aktivitas yang lebih sesuai. Setelah memahami kondisi tubuh, seseorang perlu menetapkan tujuan latihan melalui prinsip specificity. Jika ingin meningkatkan kekuatan otot, latihan kekuatan dapat menjadi pilihan utama. Sementara itu, seseorang yang ingin memperbaiki kestabilan tubuh dapat memasukkan latihan keseimbangan ke dalam rutinitas. Pemilihan latihan berdasarkan sasaran membuat aktivitas fisik lebih terarah dan membantu seseorang memantau perkembangannya. Dengan cara ini, olahraga tidak sekadar menguras tenaga, tetapi juga mendukung kebutuhan tubuh secara lebih spesifik untuk mempertahankan fungsi otot dan tulang.
Tingkatkan Beban secara Bertahap dan Utamakan Keamanan
Ketika tubuh mulai terbiasa dengan latihan, seseorang dapat meningkatkan beban atau tingkat kesulitan secara perlahan melalui prinsip progressive overload. Dr. Bernadette Laura menjelaskan bahwa penambahan tantangan membantu otot dan tulang beradaptasi dengan rangsangan latihan. Misalnya, seseorang yang sudah mampu mempertahankan posisi berdiri selama 30 detik dapat meningkatkan tantangan sesuai kemampuan dan arahan profesional. Namun, peningkatan beban tidak berarti seseorang harus memaksakan diri atau langsung menjalani latihan intensitas tinggi. Prinsip safety tetap menjadi perhatian utama dalam setiap aktivitas fisik. Gerakan yang tidak sesuai kemampuan tubuh dapat meningkatkan risiko cedera, terutama bagi orang yang memiliki osteoporosis atau gangguan keseimbangan. Karena itu, pilih gerakan yang aman, gunakan peralatan sesuai petunjuk, dan pastikan lingkungan latihan tidak licin atau dipenuhi penghalang. Jika muncul rasa sakit yang tidak biasa, hentikan latihan dan cari saran tenaga kesehatan. Pendekatan bertahap membantu seseorang meningkatkan kemampuan fisik tanpa mengabaikan keselamatan.
Konsistensi Olahraga Membantu Menjaga Kekuatan Tulang
Rutinitas olahraga yang teratur memberikan manfaat jangka panjang karena tubuh memperoleh rangsangan latihan secara berkelanjutan. Dr. Bernadette Laura menekankan prinsip consistency sebagai salah satu kunci penting dalam membangun kebiasaan aktivitas fisik. Menurutnya, latihan ringan yang dilakukan secara konsisten lebih baik daripada latihan berintensitas tinggi yang hanya berlangsung sesekali. Seseorang dapat memulai kebiasaan dengan berjalan kaki, melakukan latihan kekuatan sederhana, atau melatih keseimbangan sesuai kemampuan. Setelah tubuh terbiasa, durasi maupun tingkat kesulitan dapat meningkat secara bertahap. Jadwal yang realistis juga membantu seseorang mempertahankan rutinitas di tengah kesibukan sehari-hari. Selain olahraga, kesehatan tulang turut membutuhkan asupan nutrisi yang memadai, termasuk kalsium dan vitamin D, serta kebiasaan hidup sehat lainnya. Orang yang memiliki faktor risiko osteoporosis sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan kebutuhan pemeriksaan dan program latihan. Dengan menggabungkan keteraturan, pemilihan latihan yang tepat, dan perhatian terhadap keamanan, seseorang dapat mendukung kekuatan tulang sekaligus menjaga kemampuan bergerak seiring bertambahnya usia.



